Puding Jamur Kurma Madu

Ini baru makan sehat, perpaduan serat tinggi, vitamin dan mineral dari jamur tiram, anti oksidan dari kurma dan suplemen dari madu. Seminggu sekali aja bikin resep ini, insyaAllah sehat…

Bahan inti:

  • 50 gr gula pasir
  • 1 bungkus agar-agar,
  • 700 ml air

Bahan lapisan1:

  • 100 g kurma, iris memanjang
  • 50 ml madu

Bahan lapisan2:

  • 250 jamur tiram, kukus matang, hancurkan
  • 50 ml susu kental manis
  • 1 santan kara
  • Garam seujung sendok teh

Cara membuat:

  1. Didihkan bahan inti kemudian jadikan 2 bagian.
  2. Satu bagian campur dengan bahan lapisan 1 dan bagian lainnya dengan lapisan 2.
  3. Didihkan lapisan 1 kemudian tuang ke dalam loyang dan dinginkan
  4. Setelah lapisan 1 mengeras, didihkan lapisan 2 kemudian tuang ke dalam loyang.
  5. Hilangkan uap panasnya kemudian masukkan ke pendingin.
  6. Hidangkan ketika dingin

Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai Jamur Pangan

Jamur tiram ini merupakan jenis jamur kayu yang dapat dikonsumsi. Sesuai namanya jamur tiram memiliki bentuk tubuh buah menyerupai tiram (ostreatus). Letak batang jamur tiram berada pada pinggir payung (Pleurotus) sehingga sesuai tatanama binomial dinamakan Pleurotus ostreatus.

Pleurotus merupakan genus dari kelas Basidiomycetes dengan ciri yang sangat menonjol yaitu memiliki tubuh buah (batang dan tudung). Pleurotus di alam tumbuh di kayu-kayu lapuk di daerah-daerah sejuk dan dapat dijumpai sepanjang tahun. Oleh karena itu jamur ini telah banyak dibudidaya dengan media serbuk kayu yang telah dikomposkan dan modifikasi lingkungan tanam agar seperti habitat aslinya.

Lingkungan tumbuh jamur tiram pada kisaran suhu 10-32oC. sedangkan suhu optimum untuk pertumbuhan yaitu 25-26oC. Pencahayaan optimum untuk pembentukan tubuh buah yaitu 8 jam, sedangkan pertumbuhan tanpa pencahayaan akan membentuk tubuh buah yang bercabang. Beberapa jamur sensitif  terhadap CO2 yang tinggi sehingga tangkai buah memanjang dan tudung mengecil. Kisaran konsentrasi CO2 yang baik untuk pertumbuhan yaitu 550-700 ppm.

Kerabat-kerabat jamur tiram memiliki warna yang berbeda seperti Pleurotus flabellatus dan Pleurotus cystidiosus. Secara umum jenis jamur tiram hidup secara saprofit (memanfaatkan nutrisi tanpa mengolah melalui fotosintesis) meskipun ada yang sebagai parasit seperti Pleurotus eryngii.

Jamur tiram dewasa akan menghasilkan spora yang berguna sebagai alat reproduksi dan bertahan hidup. Selain itu karakteristik spora juga digunakan untuk mengklasifikasikan atau mengelompokkan jenis jamur. Spora jamur tiram berbentuk batang dengan ukuran 8-11 x 3-4 μm.

Kandungan gizi jamur tiram sebagai jamur pangan sangat penting bagi kesehatan. Dalam 100g jamur segar mengandung 15 kalori, 3.8 g protein, 0.6 g lemak, 0.9 g karbohidrat, 3 mg kalsium, 1.7 mg zat besi, 0.1 mg vitamin B dan 5 mg vitamin C.

Jamur tiram dapat diolah menjadi beragam olahan seperti jamur krispi, nugget jamur, pepes jamur atau pudding jamur. Bagi penggemar masakan jepang, terkadang jamur tiram dihadirkan sebagai pelengkap shabu-shabu. Masakan jamur sekarang ini bukan lagi masakan asing di atas meja. Rasanya yang mirip daging ayam (karena teksturnya) dapat mengundang selera siapa saja.

Informasi lebih lengkap dapat mengunjungi:

http://bisnisjamur.wordpress.com