Kebun Raya Bogor Punya Cerita


Kebun Raya Bogor didirikan pada tanggal 18 Mei 1817 dengan luas 47 hektar. Berdirinya Kebun Raya Bogor diprakarsai oleh seorang ahli botani dari Jerman yaitu Prof. Dr. C. G. L. Reindwardt. Pada awalnya tujuan didirikan nya Kebun Raya Bogor ini adalah untuk  mengkoleksi berbagai jenis tanaman local maupun domestic. Namun saat ini fungsi dari Kebun Raya Bogor semakin dikembangkan tidak hanya sebagai taman koleksi tapi juga tempat wisata. Saat ini, luas Kebun Raya Bogor mengalami perluasan setengah kali dari luas semula  yaitu mencapai 87 hektar. Luasan ini termasuk Istana Bogor dan fasilitas wisata yang berada di sekitar kawasan. Keberadaan Kebun Raya Bogor berada di ketinggian 260 mdpl dengan curah hujan berkisar antara 3000 sampai 4300 mm/tahun.

Sesuai dengan iklim daerah Bogor, Kebun Raya Bogor mempunyai koleksi tumbuhan tropika dataran rendah. Jumlah koleksi di Kebun Raya Bogor berdasarkan data tahun 2006 adalah sekitar 222 famili, 1257 marga, dan 3423 species dan 13684 spesimen yang hidup. Koleksi yang dimiliki Kebun Raya Bogor merupakan koleksi terlengkap yang ada di dunia.

Untuk perkembangan koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas) yang terletak di daerah Jawa Barat, luasnya sekitar 120 ha dengan ketinggian 1400 mdpl, didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor pada waktu itu, dengan nama Bergtuin te Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas). Kebun Raya Cibodas mengoleksi tumbuhan tropika pegunungan basah. Tahun 1891 kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.

Cabang lain nya yaitu Kebun Raya Purwodadi yang terletak di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur yang didirikan atas prakarsa Dr. D.F. Van Slooten pada tanggal 30 Januari 1941 sebagai Pemekaran dari Stasiun Percobaan S’Lands Plantentuin Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor. Luasnya 87 ha dengan Ketinggian 250 mdpl. Curah hujan rata–rata per tahun adalah 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret. Suhu berkisar antara 22° C -32° C, kebun raya ini mengoleksi tumbuhan tropika dataran rendah. Sedangkan cabang dari Kebun Raya Bogor yang ketiga adalah Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 mdpl, untuk koleksi tumbuhan pegunungan kering.

Adapun tugas dan fungsi dari Kebun Raya tersebut yang mempunyai setidaknya satu juta pengunjung/tahun ini antara lain sebagai sarana penelitian, konservasi ex-situ, pendidikan, wisata dan rekreasi (ekowisata).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: