Tiap Jengkal Rumah untuk Bercocok Tanam


Banyak artikel yang dimulai dengan kata-kata “dewasa ini….”, tapi pada kenyataannya bumi ini tidak lagi sekedar dewasa, bumi ini telah tua dan keriput. Isu pemanasan global semakin sering terdengar dan pemanasan global telah nyata kita rasakan dampaknya.

Kerusakan bumi yang disebabkan oleh kerakusan dan keserakahan manusia membuat alam tidak lagi ramah. Semakin banyak bencana-bencana alam seperti longsor, banjir dan kekeringan. Suhu bumi dari tahun ke tahun terus meningkat yang diakibatkan oleh makin terkikisnya paru-paru dunia. Oleh karena itu mari kampanyekan keselamatan pijakan kita satu-satunya ini!

Beragam cara dilakukan untuk menghijaukan kembali bumi yang berangsur memutih dan kembali membirukan langit yang hitam. Kita tidak musti harus bisa mengungkap dan mengadili penebang liar di hutan alam atau menanam pohon di kawasan hutan yang telah gundul, cukup di lingkungan kita sendiri, di rumah dan di halaman kita sendiri.

Hal mudah yang bisa kita lakukan yaitu menghijaukan rumah dan pekarangan sendiri. Bercocok tanam merupakan istilah hobi yang bermanfaat besar. Bagi yang memiliki pekarangan, mulailah dengan menanam pepohonan agar dapat memproduksi oksigen dan menyediakannya untuk kita dan lingkungan kita sendiri. Kita dapat menanam pohon-pohon yang produktif yang suatu saat nanti bisa diambil nilai lebihnya seperti buah-buahan. Atau menanam pepohonan yang memiliki nilai estetika seperti flamboyan yang dapat memamerkan keindahan bunganya.

Sebagai penggemar tanaman hias, kita dapat pula memadukan pepohonan yang dapat tinggi besar di pekarangan dengan macam-macam anggrek, jenis paku-pakuan maupun beberapa jenis bromelia. Tanaman-tanaman hias tersebut diikatkan di batang-batang pohon agar suatu hari dapat hidup berkembang dan menampilkan keindahan.

Apabila kita tidak memiliki halaman yang cukup luas untuk menanam pepohonan, alternatif yang bisa kita pilih yaitu bertanam dalam pot / drum. Cara menanam ini tidak membutuhkan banyak tempat dan perawatannyapun cukup mudah, kita hanya perlu menyiramnya setiap hari, memberi pupuk tiap bulan dan mengganti medianya setiap 6 bulan sekali. Bahkan pohon buah seperti rambutan, mangga, belimbing dan sebagainya yang ditanam dalam pot (tabulampot) memiliki keindakan dan menghadirkan kebanggaan tersendiri apabila menghasilkan buah.

Namun, apabila kita hanya memiliki ”sejengkal tanah” di tempat tinggal kita, menanam beragam jenis tanaman hias adalah salah satu cara agar tetap dapat menanam. Kita dapat meletakkannya di teras depan atau belakang, samping rumah, bawah jendela atau yang paling ekstrim dengan menempel di dinding dan menggantungnya.

Tanaman-tanaman hias tersebut diantaranya Puring, Euphorbia, Aglaonema, Sanseviera, Palem, Walisongo dan sebagainya. Selain memberi kontribusi oksigen ke lingkungan kita, tanaman hias mampu memperindah sudut pandang rumah.
Kasus terakhir yang paling parah yaitu tidak memiliki halaman sama sekali. Kondisi ini terjadi pada tempat tinggal yang saling berhimpitan satu sama lain atau menyewa sebuah kamar (kos). Jangan pernah mengutarakan alasan ’tidak ada tempat lagi…” karena solusi keadaan ini yaitu mengusahakan merawat tanaman walau hanya 1 atau 2 pot.

Peletakan tanaman dapat di jendela kamar (tiap kamar pasti memiliki jendela), di sudut ruangan, diatas meja makan atau meja kerja, di kamar mandi dan sudut-sudut ruangan lainnya. Jenis tanaman yang digunakan yaitu tanaman dalam ruangan (indoor plant) seperti Aglaonema, Sanseviera, Dieffenbachia, Monstera dan sebagainya.

Ide bercocok tanam lainnya yaitu bekerja sama dengan tetangga rumah yang berhimpitan atau tetangga kamar (kos-kosan) membuat taman atau tempat menanam di atap rumah. Kita dapat menentukan jadwal penyiraman dan pemupukan secara bergantian. Tanaman yang ditanamnya pun harus khusus yaitu jenis-jenis tanaman yang tahan panas dan kering seperti euphorbia dan kaktus.

Tidak cukup sampai di situ, kita tetap bisa mencari tempat kosong untuk menggantung tanaman di dinding atau di tiang jemuran pakaian (biasanya tidak digunakan menjemur, yang digunakan tali jemurannya). Bahkan bila kita punya cukup dana, buat kaca refleksi yang memungkinkan sinar matahari leluasa masuk ke ruangan sehingga kita bisa bebas menanam tanaman dalam ruangan.

Dengan beberapa uraian di atas, tidak ada lagi alasan tidak menanam tanaman di rumah. Mulailah dengan melakukan hal kecil yang bermanfaat besar. Sosialisasikan kepada seluruh anggota keluarga dan tetangga agar lingkungan menjadi lebih hijau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: