Perkenalanku dengan Seni Menanam Terrarium


Pertama kali saya mengenal terrarium ketika masik kuliah tingkat 1, waktu itu sebutannya Tingkat Persiapan Bersama (TPB) di IPB. Seni ini diperkenalkan oleh kakak kelas saya yang akrab dipanggil Mas Didik. Beliau ini pecinta tanaman hias dan kegemarannya itu semakin memperteguh kecintaan saya terhadap keindahan tanaman hias.

terrarium 01

Mas Didik ketika itu membentuk sebuah group atau komunitas tanaman hias dengan nama ”Floriculture Study Club”. Pada pertemuan pertama beliau membawa beberapa wadah kaca (aquarium berbentuk bulat) dan gelas-gelas indah berisi tanaman-tanaman mini. Ini unik! Aneh sekali menanam di wadah kaca, dalam hati ku terkagum. Kata Mas Didik cara penanaman ini disebut Terrarium yaitu cara menanam tanaman berukuran kecil (berupa bibit) dalam wadah kaca yang ditata sedemikian rupa hingga menyerupai sebuah taman mungil.

Terrarium 02

Seni menanam dalam wadah kaca ini biasanya memiliki tema, sama halnya taman-taman sungguhan di sekitar kita bedanya hanya pada ukurannya saja. Oleh karena itu terrarium bisa dikatakan sebuah seni karena yang memiliki tema, pola penanaman dan keindahan. Tema terrarium bisa menceritakan taman tropis dengan beragam tumbuhan yang rimbun, taman paku-pakuan yang terdiri dari tumbuhan paku dan lingkungan yang lembab, atau taman gurun dengan tanaman xerofit seperti kaktus dan Haworthia.

Selain itu tema terrarium bisa berupa spesifik lokasi atau tempat seperti tema Jepang dengan tambahan asesoris jembatan, bambu dan danau kecil, taman Bali menggunakan gapura batu dan payung hias atau taman pantai berisi palem-palem Chamaedorea mini dan kelapa imitasi.

Terrarium 03

Jenis Terrarium berdasarkan jumlah tanamannya dibedakan menjadi 2 yaitu terrarium tunggal/single yang hanya terdiri dari satu tanaman dan terrarium komuniti/kelompok dengan banyak tanaman dalam satu wadah. Dapat dibayangkan tipe single ini cukup sederhana dan mudah dibuat daripada tipe komuniti tetapi keindahannya tentu saja tidak lebih semenarik tipe komuniti.

Terrarium single ditanam dalam gelas-gelas minum yang berbentuk unik seperti gelas berkaki atau gelas dengan bibir bergelombang. Daya tarik terrarium tunggal ini tidak terlepas dari keindahan wadah dan sedikit hiasan dari krikil berwarna yang menutupi media tanamnya. Sebaliknya, keindahan terrarium komuniti tergantung dari keserasian penataan setiap unsur taman dengan tema yang akan dibuat.

Terrarium 04

Selain menurut jumlah tanaman, jenis terrarium dibedakan berdasarkan terbuka atau tertutup suatu wadah yang digunakan. Wadah terbuka sangat umum dan banyak digunakan dalam pembuatan terrarium sebab pilihan tema bisa beragam. Sedangkan terrarium tertutup hanya terpaku pada tanaman yang berhabitat atau dapat tahan di kelembapan tinggi seperti jenis lumut dan paku-pakuan.

Saya memiliki pengalaman berwirausaha dengan seni ini. Waktu itu terrarium merupakan produk yang banyak dicari di kampus. Konsumennya seputar mahasiswa, staf dan karyawan. Mereka membeli dengan berbagai alasan seperti ingin dirawat sendiri, atau diberikan kepada orang lain sebagai hadiah di hari istimewa mereka.

Terrarium 05

Berkat terrarium, bahkan saya pernah menjadi mentor pada 3 pelatihan pembuatan terrarium yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Agronomi (HMA). Satu kali di kalangan mahasiswa dan dua kali pelatihan anak-anak sekolah dasar. Bagi saya melatih anak-anak merupakan hal yang paling berkesan, mereka begitu ceria, lucu dan aktif. Terrarium memang bisa membuat orang tersenyum….

4 Responses

  1. aq sudah lama sekali tertarik dengan terarium ini tp blm dapat gurunya..suamiku juga anak agronomi tp dia ndk bisa karna jurusannya horticultural..mohon dibantu dan dbimbing ya..

  2. pakai tanah atau apa itu mas??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: