Pemupukan dengan Cara Spraying ke Daun


Pemupukan dengan spraying (penyemprotan) ke arah daun adalah pengaplikasian pupuk yang mudah dan tepat sasaran. Cara ini banyak dilakukan oleh pehobby tanaman hias karena cara ini bermanfaat pula untuk membersihkan daun (pencucian daun dari debu). Untuk skala produksi, cara ini dapat dilakukan menggunakan pesawat terbang untuk pemupukan pada hamparan yang sangat luas.

Manfaat cara pemupukan ini yaitu:

1. Menghemat pemakaian pupuk. Pupuk yang disemprotkan yaitu pupuk jenis pupuk daun yang dapat dengan mudah diserap oleh bagian tubuh tanaman yang terkena larutan khususnya apabila disemprotkan pada bagian daun, karena pada bagian tersebut terdapat stomata (mulut daun). Sedangkan pemupukan melalui akar dapat terjadi pencucian hara oleh aliran air atau air hujan sehingga pupuk yang kita berikan akan terbuang percuma.
2. Respon pupuk lebih cepat. Hal ini disebabkan pemutusan jalur transportasi hara yang panjang dari akar menuju ke daun. Dengan spraying zat hara yang masuk melalui stomata di dapat langsung diolah menjadi zat-zat makanan.
3. Frekuensi pemupukan dapat diatur dengan mudah. Frekuansi pemupukan tergantung pada konsentrasi larutan pupuk yang kita berikan. Semakin tinggi konsentrasi pupuk, semakin jarang pemupukan dilakukan. Akan tetapi cara yang dianjurkan pada pemupukan jenis ini yaitu dengan konsentrasi rendah dan dilakukan sesering mungkin. Karena suplai hara yang terus-menerus akan menjamin ketersediaannya bagi tanaman dan akan meningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Cara ini pun akan mengurangi dampak negatif dari pemberian pupuk anorganik yang berlebihan.
4. Aplikasi dengan menyiasati cuaca. Kita dapat menentukan waktu spraying dengan tepat, ingin ditunda atau dipercepat. Misalkan hari sedang hujan, aplikasi pemupukan dapat kita tunda dan menaikkan sedikit konsentrasi pupuk setelah hujan untuk meningkatkan perbedaan konsentrasi agar hara tetap dapat diserap tanaman. Mempercepat pemupukan dilakukan denga perkiraan minimal satu jam sebelum hujan agar memberi kesempatan pada tanaman untuk menyerap hara yang diberikan.
5. Dapat dicampur dengan pestisida atau zat perangsang tumbuh dalam sekali aplikasi.
6. Mengatasi lahan atau media yang minim hara, baik yang tidak tersedia karena porusitas yang tinggi, terjerat dalam koloid atau karena media yang memang minim mengandung unsur hara.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan pupuk dengan cara spraying yaitu:

1. Selalu aplikasikan pemupukan dengan konsentrasi rendah. Pemberian dengan konsentrasi tinggi hanya akan menimbulakn pemborosan, selain itu larutan pupuk pekat yang menempel pada daun dapat mengakibatkan plasmolisis (keluarnya cairan sel) sehingga daun menjadi rusak. Perlu diingat bahwa lebih baik kurang daripada berlebih tetapi yang terbaik adalah tepat dosis.
2. Lakukan dengan frekuensi yang tepat. Aplikasi pemupukan dengan konsentrasi rendah dilakukan lebih sering daripada konsentrasi tinggi.
3. Lakukan penyemprotan pada seluruh bagian tanaman (misal pada anggrek) terutama pada permukaan daun bagian bawah karena pada daerah tersebut stomata lebih banyak dibandingkan pada permukaan atas. Permukaan atas daun dilapisi lapisan lilin lebih tebal daripada permukaan bawah daun dan stomata pada permukaan atas dapat tertutupi debu sehingga penetrasi hara ke dalam daun bisa terhalangi (akibat tekanan permukaan).
4. Penyemprotan dilakukan ketika matahari tidak bersinar terik yaitu pada pagi atau sore hari. Penyemprotan pada siang hari merupakan pekerjaan yang sia-sia karena larutan akan cepat menguap, terlebih lagi apabila air membentuk butiran di atas dau dapat mengakibatkan efek lup/kaca pembesar yang mengakibatkan daun menjadi terbakar (sun burn).
5. Apabila hari akan turun hujan, lakukan penyemprotan satu jam sebelum atau sesudah hujan untuk memberi kesempatan pada tanaman untuk menyerap hara. Jangan melakukan penyemprotan pada saat hujan karena akan sia-sia akibat tercuci air hujan.
6. Gunakan air yang lebih hangat dari suhu kita. Penggunaan air dingin untuk larutan pupuk akan mengakibatkan stomata menutup ketika diaplikasikan sehingga pemupukan tidak efektif.
7. Baca dengan teliti petunjuk penggunaan pupuk.
8. Jangan melakukan penyemprotan ketika tanaman muncul tunas muda, karena tunas ini sangat rentan terhadap pupuk.
9. Jangan melakukan penyemprotan ketika tanaman berbunga karena bunga dapat rontok.
10. Jangan melakukan penyemprotan pada tanaman muda hasil aklimatisasi atau baru dipindahkan ke lapang.

Download Artikel Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: