Tips Menanam in Vitro


Langkah-langkah Menanam in Vitro

Menanam tanaman secara invitro butuh kesabaran dan ketelitian agar hasilnya tidak kontam atau tanaman menjadi rusak. Tentu kita akan merasa kesal kalau jerih payah menanam kita ternyata jelek, terlebih kita sudah berlama-lama menahan pegal hingga menahan bicara dan nafas. Menanam in vitro dengan hasil yang 100% baik bukanlah mustahil terlebih kalau faktor yang mempengaruhinya human error. Inti dari menanam yaitu BERSABAR dan jangan menyepelekan hal kecil sehingga tidak ada lagi alasan selain human error. Berikut tips-tipsnya:

Pertama, perhatikan lingkungan sekitar laminar jangan sampai ada sumber kontaminan (botot-botol kontam, bahan tanam belum steril, alat-alat bekas tanam dll) terlebih bila tempat tanam dalam ruang tertutup. Sumber kontaminan yang berada di ruang tanam menandakan ruangan itu jorok dan tidak steril dan harus dibersihkan. Spora dan bakteri yang berasal dari sumber kontaminan dapat masuk ke dalam laminar melalui saringan blower atau muka laminar.

Kedua, badan dan tangan harus bersih dengan mandi dan cuci tangan pakai sabun. Sebaiknya kita mandi sebelum menanam, selain fresh juga lebih bersih dari kontaminan.

Ketiga, gunakan masker. Mulut dan hidung kita merupakan sumber kontaminan, apalagi kalau kita sedang batuk dan flu. Masker berguna untuk menghalangi aliran udara dari mulut kita secara langsung menuju laminar. Masker juga berguna apabila laminar tidak memiliki kaca penghalang.

Keempat, gunakan jas lab yang bersih dan selalu disimpan dalam keadaan bersih dan tempat bersih. Jas lab berguna melindungi kontaminan berpindah dari pakaian lapang kita ke lingkungan ruang kultur.

Kelima, nyalakan blower dan UV minimal 5 menit sebelum menanam kemudian sterilisasi ruang dalam laminar (boxnya) dengan menyemprotkan alkohol ke dinding dan alasnya kemudian menyekanya dengan tisu (dianjurkan tisu yang mudah menyerap air yaitu yang bertekstur totol, bukan yang rata). Tips ini berguna membunuh bakteri dan spora cendawan yang ada di dalam laminar. Penyemprotan alkohol dilakukan berkala, misal setiap menanam 25 botol atau setiap memasuk-keluarkan botol media kosong dan yang sudah tertanam.

Keenam, Gunakan selalu petri disc dan alat tanam yang baru keluar dari oven dan segera masukkan ke dalam laminar (prosedur pada tahap berikut).

Ketujuh, alat-alat tanam termasuk bunsen yang masuk ke dalam laminar harus dalam keadaan steril dengan cara menyeka dengan tisu basah yang diberi alkohol di sepertiga laminar bagian luar (bunsen dan botol tempat menaruh alkohol dan alat tanam). Petri disc dan alat tanam yang baru keluar dari oven dibuka kertas penutupnya di dalam laminar dan segera mengeluarkan kertasnya dari laminar. Alat tanam langsung dimasukkan ke dalam botol berisi alkohol sedangkan Petri disc disterilkan tepi tutupnya di atas bunsen.

Kedelapan, sterilkan botol media dan bahan tanam yang akan masuk ke dalam laminar pada sepertiga terluar bagian laminar dengan menyemprotkan alkohol pada seluruh bagian termasuk bagian sela-sela tutup plastik. Mungkin saja spora dan bakteri bersembunyi di situ.

Ke sembilan, biasakan menanam dalam keadaan kering. Maksud kering yaitu tidak menggunakan aquades dan betadin untuk meletakkan bahan tanam sebelum ditanam. Karena mungkin saja aquades steril atau betadin itu sendiri ternyata mengandung kontaminan. Petri disc kering lebih terjamin kesterilannya selama kita berhati-hari memperlakukannya.

Kesepuluh, nyalakan lampu laminar dan matikan lampu UV

Kesebelas, ketika menanam, biasakan muka kita (mulut dan hidung) tidak lurus dengan pintu laminar tetapi diletakkan di balik kaca penghalang laminar. Alasan seperti point 3.

Keduabelas, semprotkan alkohol ke tangan kita setiap kali memasukkannya ke dalam laminardan jangan memasukkan tangan hingga siku ke dalam laminar, semakin sedikit bagian tubuh kita yang masuk ke laminar semakin baik. Usahakan menggunakan pakaian lengan pendek sehingga alkohol bisa disemprotkan ke seluruh tangan kita yang masuk ke laminar. Bagi wanita berkerudung dan berlengan panjang, jangan memakai bahan kaos tetapi memakai bahan yang licin karena bahan kaos lebih banyak rongga untuk tempat persembunyian spora dan bakteri.

Ketigabelas, langkah menanam yaitu membuka bahan tanam dan taruh ke petri disc, potong bahan tanam sesuai yang dikehendaki, menanam bahan tanam ke botol media.

Keempatbelas, cara membuka tutup botol media tanam atau bahan tanam:

#Ambil botol media dengan kanan kiri.

#Tekan ke bawah pinggir plastik dengan ibujari sehingga karet lebih longgar dan mudah di lepas.

#Bakar pinset dengan tangan kanan hingga merata, semakin banyak bagian yang terbakar semakin baik. Bakar dengan cukup waktu, bukan sekedar lewat di atas api (sterilisasi harus yakin steril, tapi jangan terlalu lama, irit waktu…). Kemudian diamkan agar pinset kembali dingin.

#Gunakan PINSET tadi untuk melepaskan karet yang telah longgar dan letakkan karet di sepertiga laminar bagian luar.

#Lepaskan plastik dengan dengan PINSET pada bagian pinggir plastik yang sudah longgar tersebut (kalau kurang longgar dapat ditekan lagi).

#Letakkan plastik dalam posisi tertelungkup pada 2/3 laminar bagian dalam. Posisi telungkup berguna untuk menghindari jatuh atau menempelnya spora dan bakteri di plastik bagian dalam.

#Bakar bibir botol media di atas bunsen.

Kelimabelas, cara mengeluarkan bahan tanam: https://rachmatullah83.wordpress.com/

#Setelah plastik tutup botol dibuka (point 14), sterilisasi pinset di atas bunsen dengan merata hingga bagian terdekat dengan jari tangan kurang lebih 1/2 menit.

#Dinginkan pinset di dekat blower beberapa saat sampai kita yakin pinset tidak panas lagi (piset yang panas bisa merusak eksplan).

#Buka tutup petri disc dengan tangan kanan (sambil memegang pinset) dengan cara menggeser hingga ujung petri, tetapi tidak diletakkan di dasar laminar (ujung bibir petri bawah menopang ujung petri tutup). Perlu diperhatikan, jangan sampai bagian pinset yang telah disterilkan terkena tangan, petri, dasar laminar atau apapun yang berpotensi mengandung kontaminan.

#Ambil eksplan dengan hati-hati menggunakan pinset yang telah steril dengan menghadapkan lubang botol eksplan ke arah muka kita (bila laminar dilengkapi kaca penghalang muka) untuk menghindari hembusan blower masuk ke dalam botol eksplan. Letakkan eksplan langsung pada petri disc kemudian segera tutup. PERLU DIPERHATIKAN, usahakan eksplan hanya mengenai permukaan petri bagian dalam jangan sampai mengenai bibir perti atau petri tutup bagian luar. Dianjurkan eksplan pada petri jangan sampai terlalu banyak sehingga mempersulit pekerjaan di atas petri seperti split atau potong.

#Sterilisasi kembali pinset sebentar, diamkan sebentar agar tidak ada api yang terbawa (api berwarna biru tidak terlihat karena lampu laminar terlalu terang), kemudian simpan di botol berisi alkohol. Perlu diperhatikan, api yang terbawa dapat membakar alkohol dan dapat membahayakan.

Keenambelas, Cara menutup botol media atau eksplan:

#Sterilisasi bibir botol hingga merata di atas bunsen beberapa saat (hingga panaspun tidak mengapa).

#lewatkan plastik bagian dalam di atas api bunsen dengan SEKEJAP (kalau terlalu lama plastik bisa meleleh).

#Segera tutupkan plastik pada botol, rapikan kemudian ikat dengan karet (dianjurkan menggunakan karet baru untuk botol media setelah penanaman dan menggunakan karet ganda).

#Rapikan dengan menarik pinggir plastik hingga plastik bagian atas kencang.

Ketujuhbelas, cara memotong atau split bahan tanam di atas petridisc:

#Sterilisai pinset dan alat potong (gunting atau scalpel), bakar dengan merata dan cukup waktu. Alat potong dipegang tangan kanan sedangkan pinset dengan tangan kiri (tergantung kemudahan masing-masing orang).

#Geser tutup petri disc dengan tangan kanan hingga ujung petri (point 15 #3).

#Silahkan potong dan split eksplan senyaman mungkin tapi perlu diperhatikan, jangan sampai eksplan jatuh ke luar petri atau mengenai bagian luar petri (harus dibuang/dipindah ke 1/3 laminar bagian luar), alat potong dan pinset jangan menyentuh bagian luar petri (harus disterilisasi lagi).

#Gunakan alat potong yang sesuai dengan jenis eksplan, hal ini untuk mempermudah pengerjaan split atau potong. Eksplan yang panjang dan berbuku mudah terlihat seperti kentang, krisan atau stevia menggunakan gunting (aksi potong). Eksplan yang berumpun seperti anggrek, jahe, kantung semar atau stroberi menggunakan scapel (aksi split).

#Pisahkan bahan tanam yang belum dan sudah di potong atau split untuk mempermudah penanaman.

Kedelapanbelas, Cara menanam eksplan ke dlam botol media:

#Buka tutup botol media (cara di atas)

#sterilisasi bibir botol (cara di atas)

#Sterilisasi pinset (cara di atas)

#buka tutup petri disc (cara di atas)

#Ambil eksplan dengan pinset. Pengambilan eksplan jangan terlalu kencang penekanan jepitnya karena eksplan bisa saja terluka dan jangan terlalu lemah karena bisa jatuh.

#Tancapkan eksplan pada media, atur sedemikian rupa hingga tegak berdiri. Biasanya penanaman tegak dilakukan untuk eksplan hasil split dan yang rebah untuk hasil potong. Eksplan hasil potong ditanam rebah karena apabila ditanam berdiri dikhawatirkan penanamannya terbalik sehingga pertumbuhannyapun terbalik.

#Pada saat menanam, usahakan pinset jangan sampai mengenai bibir botol, karena bisa jadi komtaminan dapat terjatuh ke dalam media.

#Tutup botol dengan plastik (cara di atas).

Kesembilanbelas, Pengamanan extra, seal wrapping plastik:

#Lakukan kegiatan ini di luar laminar

#Semprot plastik yang menjuntai pada bagian dalam dengan alkohol. Penyemprotan ini berfungsi sebagai sterilisasi untuk memperkecil penetrasi kontaminan ke dalam botol saat penyimpanan.

#Langsung lilitkan dengan plastik wrapping sebelum alkohol mengering. Lebar plastik wrapping 10cm.

Demikianlah langkah-langkah menanam in vitro yang baik, semoga bermanfaat. Semua langkah di atas tidak akan sempurna tanpa latihan yang rutin karena berlatih akan menyempurnakan teori-teori yang sudah baik.

Selamat Berlatih…

Untuk orang-orang yang bersabar dan telaten atau tidak ingin cape 2 kali, silahkan download…


Klik E-book di atas. Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: